Laman

Selasa, 18 Agustus 2009

vaksinasi bcg

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Imunisasi BCG termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan. Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
Imunisasi BCG wajib diberikan, seperti diketahui, Indonesia termasuk negara endemis TB dan salah satu negara dengan penderita TB tertinggi di dunia. TB disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis, dan mudah sekali menular melalui droplet, yaitu butiran air di udara yang terbawa keluar saat penderita batuk, bernapas ataupun bersin. Gejalanya antara lain: berat badan anak susah bertambah, sulit makan, mudah sakit, batuk berulang, demam, berkeringat di malam hari, juga diare persisten.



B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Sebagai bentuk pembelajaran agar mahasiswa mampu melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan kebutuhan.

2. Tujuan Khusus
Kami mengharapkan sebagai mahasiwa setelah melaksanakan pembelajaran kami mampu melaksanankan :
 Praktek laboratorium
 Mampu melaksanakn tindakan keperawatan secara profesional
 Dapat memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pasien.
 Mampu mengevaluasi tindakan keperawatan berdasarkan respon pasien
 Mampu mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

BAB II
PEMBAHASAN
Bacillus Calmette-Guérin (atau Bacille Calmette-Guérin, BCG) merupakan attenuated vaccine atau vaksin yang disiapkan daripada mikroorganisma atau virus hidup yang dibiakkan di bawah keadaan yang tidak sesuai supaya kebisaannya hilang tetapi masih mempunyai kemampuan untuk mendatangkan keketahanan badan. Vaksin BCG mengandungi kultur strain Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan dan sudah hilang kebisaannya. Ia telah digunakan sebagai agen imunisasi aktif terhadap tuberkulosis atau TB dan telah digunakan sejak tahun 1921. Walaupun telah digunakan sejak lama, akan tetapi kemujarabannya menunjukkan hasil yang variasi iaitu antara 0 - 80% di seluruh dunia.
DOSIS PEMBERIAN BCG:
1. Untuk infants atau anak-anak kurang dari 12 bulan diberikan 1 dosis vaksin BCG sebanyak 0,05ml (0,05mg).
2. Untuk anak-anak di atas 12 bulan dan dewasa diberikan 1 dosis vaksin BCG sebanyak 0,1 ml (0,1mg).

KONTRA INDIKASI:
Vaksin BCG dikontra-indikasikan untuk pasien yang mengalami gangguan pada kulit seperti atopic dermatitis, serta baru saja menerima vaksinasi lain (perlu ada interval waktu setidaknya 3 minggu). Vaksin BCG juga tidak diberikan untuk :
1. Pasien dengan gangguan imunitas (immunosuppressed) seperti pasien HIV, pasien yang mengkonsumsi obat-obat ortikosteroid (immunosuppressan), atau baru saja menerima transplantasi organ.
2. Wanita hamil dan menyusui, walaupun belum ada data yang menunjukkan efek bahaya dari pemberian vaksin BCG terhadap wanita hamil dan menyusui.



REAKSI YANG TERJADI SETELAH PENYUNTIKAN:
 Reaksi lokal : 1-2 minggu setelah penyuntikan, pada tempat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan kecil yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustula (gelembung berisi nanah), lalu pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). Luka ini akhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8-12 minggu dengan meninggalkan jaringan parut.
 Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher, tanpa disertai nyeri tekan maupun demam, yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan.

KOMPLIKASI YANG MUNGKIN TIMBUL ADALAH:
 Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang terlalu dalam. Abses ini akan menghilang secara spontan. Untuk mempercepat penyembuhan, bila abses telah matang, sebaiknya dilakukan aspirasi (pengisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat.
 Limfadenitis supurativa, terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. Keadaan ini akan membaik dalam waktu 2-6 bulan.
JUMLAH PEMBERIAN BCG:
cukup 1 kali saja, tak perlu diulang (booster). sebab vaksin bcg berisi kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkannya tinggi terus. berbeda dengan vaksin berisi kuman mati, sehingga memerlukan pengulangan.
CARA PEMBERIAN VAKSIN:
Alat BCG
Vaksin BCG merupakan serbuk yang dikering-bekukan untuk suntikan berupa suspensi. Sebelum digunakan serbuk vaksin BCG harus dilarutkan dalam pelarut khusus yang telah disediakan secara terpisah. Penyimpanan sediaan vaksin BCG diletakkan pada ruang atau tempat bersuhu 2 - 8'C serta terlindung dari cahaya. Pemberian vaksin BCG biasanya dilakukan secara suntikan intradermal atau intracutaneous pada lengan bahagian atas yaitu pada otot deltoid. Suntikan percutaneous diberikan sebagai alternatif bagi bayi berusia muda yang mungkin susah untuk menerima suntikan intradermal. Suntikan BCG tidak dilakukan secara subcutaneous kerana boleh mengakibatkan bisul yang bernanah di tempat yang disuntik dan selalunya memerlukan rawatan dengan antibiotik.

2 komentar: